Korban Ketergantungan Google
Mengapa banyak warnet yang menggunakan Speedy sepi?
Mengapa juga aku keliatan bego, gak ada kerjaan dengan internet nyambung setengah hati hanya untuk lokal IIX?
Jawabnya, karena kita semua gak tahu harus ke mana. Kita sudah terlalu tergantung dengan Eyang Gugel. Dikit2, sowan eyang minta petunjuk…. Kini ketika Eyang gak bisa ditemui karena rumahnya tutupan rapet, mo ke mana coba?
Parahnya memang, saat ini gak ada Eyang Gugel lokal yang hanya melakukan crawler ke situs-situs lokal. Kan situs lokal itu bukan hanya sebatas detik.com, kompas.co.id atau situs2 berita lain, banyak situs Indonesia yang memang di host di serper lokal. Kitanya saja yang gak tahu…
Jadi gini nih…
Kalo akses internasional bermasalah, sudah deh… gak punya arah tujuan…
Buka tutup detik.com, akhirnya bosen juga karena intensitas kita refresh situs tersebut lebih sering ketimbang update dari wartawannya.
So, mungkin yang jago nyekrip bisa tuh mulai dibangun skrip crawler utk situs-situs lokal. Jadi ketika kayak dulu, akses internasional putus di Taiwan karena jangkar kapal, atau kasus lokal telkomnyet dan sepidi saat ini, pelanggan tak begitu lonely dan tahu mau ke mana…
Pak bos di DagDigDug, tentu mo mengakomodir untuk merealisasikan klo memang ada yang sanggup…
Eni wan ken helep mi plis…..
Sudah sakau nih…gatel gak ada yang bisa diakses :p