Ruar Biasa, Butuh Lebih dari 1.000 Polisi
Banyak yang bilang, peristiwa di Petamburan pagi ini menjadi proses penangkapan terbesar yang dilakukan oleh jajaran Polri. Harusnya, pihak MURI ikut turun ke lapangan kasih penghargaan.
Hanya untuk menangkap DPO (yang sebelumnya katanya) 10 orang, diterjunkan polisi sebegitu banyaknya, hingga katanya mencapai 1.500 personel. Memang sudah waktunya Polri bergerak cepat sebelum pihak-pihak lain yang sebenarnya tidak berkepentingan turun ke jalan menimbulkan konflik horisontal yang bisa menimbulkan caos di ibukota.
Coba saja jika dulu, Polri lebih tegas dan langsung melakukan penangkapan di TKP pada setiap adanya aksi anarki di negeri ini, tentunya tak akan merepotkan banyak pihak, hingga dari masyarakat sampai presiden ikut bersuara, mengecam bahkan ada yang mengancam.
Semoga apa yang terjadi belakangan ini menjadi pelajaran bagi semua, bahwa kekerasan, apapun alasannya tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Selain itu, di negara yang katanya memiliki hukum ini, sudah saatnya penegak hukumnya bertindak lebih tegas menghadapi setiap tindakan melawan hukum, sehingga membuat jera para pelaku tindak kekerasan.
Smoga bukan jadi anget-anget tahi ayam, ya buat semuanya…
Soalnya dulu katanya ada yang pernah bilang sudah berubah dan kini tidak akan mengedepankan kekerasan, tapi ternyata dengan berjalannya waktu, eh ternyata kumat lagi…
Juni 4th, 2008 at 10:49 am
Sorry to say, kadang-kadang kelompok-kelompok tertentu (yang agak di luar jalur) sengaja dipelihara oleh pihak-pihak tertentu sehingga dapat digunakan (baca:dimanfaatkan) untuk kepentingan tertentu pada kondisi tertentu. (banyak “tertentu”-nya ya ?)
Mestinya saat ini, pola-pola tsb sudah dapat dihilangkan. Jaman sudah berubah man….!!!